Reportase Behind The Scene Kun Fa yakun
19 04 2008
Alhamdulillah, ini pengalaman pertama vi jadi reporter =D padahal dulu pas tingkat 2 pernah daftar untuk jadi reporter kampus di MqFM. Dan hasilnya: “MAAF, ANDA BELUM BERUNTUNG, SILAHKAN COBA LAGI DI LAIN KESEMPATAN”, hiks..
Tidak seperti biasanya yang hanya bercuap-cuap saja di dalam studio, kali ini Vi bisa live terjun langsung ke lapangan. Makanya pengalaman pertama tak sesempurna dengan yang direncanakan. Pasalnya nih harusnya kan ada tiga sesi reportase, tapi hanya bisa dua kali saja karena hambatan teknis,, hiks.. Padahal sesi yang ketiga adalah sesi yang ingin kuhadiahkan untuk pendengar. Sesi yang ketiga berisi wawancara dengan ust. Yusuf Mansyur yang sudah kurekam selama 5 menit. Makanya, vi menulis ini di blog sebagai kompensasi..
REPORTASE (kurang lebih
):
Sesi #1 (pukul 09.10 WIB):
Assalaamualaikum saahabat Hani? Pa kabar? Blablabla.. baik sahabat MQ, hari ini hari Sabtu, 19 April 2008, Sahabat siar anda Novia Salsabila melaporkan sebuah acara di dalam masjid Salman ITB, jalan Ganesha 7 Bandung. Saat ini saya sedang berada di tengah-tengah acara Salman Spiritual Weekend, yang insya Allah akan selalu diadakan di pekan pertama dan ketiga di setiap bulannya pada hari sabtu dan ahad. Di kesempatan kali ini, tema yang coba diangkat adalah “Dibalik Layar Kun Fayakuun” yang Insya Allah akan dihadiri oleh produsernya yaitu Ust. Yusuf Mansyur sebagai pembicara, juga insya Allah akan hadir juga beberapa narasumber kita yang lainnya, namun masih dalam konfirmasi. Baik sahabat MQ, selain diskusi dan bincang-bincang, di acara ini juga akan disuguhi dengan tayangan Thriller dan cuplikan dari film Kun Fayakuun ini. Selain itu, diinformasikan juga, acara ini dihadiri oleh tiga ratusan jamaah yang hadir. Acaranya memang belum dimulai karena masih menunggu kedatangan Ust Yusuf ke kota Bandung ini. Jadi, bagi sahabat yang kali ini sedang tidak ada kegiatan daan penasaran, silahkan Anda bisa datang saja ke Masjid Salman ITB, jalan Ganesha 7 Bandung karena caranya memang cukup menarik. Baik sahabat Hani, ada yang ingin ditanyakan?
Sesi #2 (pukul 10.20 WIB):
Baik sahabat Mq, kembali saya, Novia Salsabila, melaporkan untuk Anda, acara Salman Spiritual Weekend yang kali ini mengangkat tema “Dibalik Layar Kun Fayakuun”, masih dari kawasan Jalan Ganesha 7 Bandung, Masjid Salman ITB. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qu’ran, acara ini dilanjutkan dengan bincang-bincang sejenak bersama Ust Hervi Firdaus, manager Lembaga Pengembangan Dakwah Salman ITB yang juga merupakan seorang hafiz Qur’an lulusan Islamic University of Madinah. Beliau mengajak kita agar bisa mengikuti kegiatan akhir pekan di masjid Salman ITB dalam rangka mencari ilmu yang Insya Allah akan selalu mengahdirkan tema-tema yang sedang populer saat ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan menonton Thriller dibalik layar Kun Fayakuun selama kurang lebih 20 menit. Baik sahabat Mq, kondisi saat ini sangat ramai sekali. Jumlah jamaah pun makin banyak saja hingga memenuhi ruangan utama Masjid Salman ITB. Baik, kali ini sudah ada salah seorang peserta yang akan kita wawancarai. Assalamualiakum Pak? Bla bla bla..
Sesi#3 (harusnya pukul 11.30 WIB)
Inilah dia isi rekaman dari hasil wawancaraku bersama Ust Yusuf yang tidak sempat kubagikan diudara
:
Novia: “Terimakasih Ust atas kesempatannya. Baik, ada 3 pertanyaan: pertama, hal apa yang menginspirasi Ust untuk membuat film Kun Fayakuun ini?”
Ust. Yusuf: ”Gini, sekarang kan banyak orang susah ya? Ada yang punya gaji tapi ga cukup. Ada yang punya utang tapi gatau bayarnya pake ape. Ada yang belum punya jodoh. Ada yang belum punya anak. Ada yang pengen pergi haji kok ga pernah bisa punya duit. Dan segudang lagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak-anak disebangsa dan setanah air ini. Sehingga saya fikir harus banyak menghasilkan trainer-trainer, harus banyak menghasilkan ustadz-uztadz muda yang khusus menangani problematika kehidupan. Tapi ternyata tidak gampang. Lalu saya berangan-angan; ”ah pengen bikin tayangan televisi ah yang mengajarkan secara gamblang bagaimana proses menuju pertolongan Allah”. Akhirnya malah Allah bimbing menjadi film layar lebar, alhamdulillah”
Novia: Nah Ust, apa esensi yang fundamental dari film ini?
Ust. Yusuf: “Mengajarkan keyakinan bawa Allah itu Maha Besar Maha Kuasa dan Allah sangat Powerful untuk semua masalah apalagi untuk masalah kita. Sehingga saya mengajarkan kepada diri saya khususnya, kalau kita sama-sama kembali pada Allah dan menuju Allah, maka tidak ada satu pun masalah kita yang ga bakalan ditolong Allah dan tak ada satu pun keinginan kita yang tidak diijabah oleh Allah.”
Novia: Selain itu esensinya ada lagi ga ustaz? Seperti nilai-nilai sedekah?
Ust Yusuf: ”Iya, jadi proses keyakinan itu, sebenarnya proses menuju pengabulan dari Allah itu kan banyak. Ada pintu do’a dari orang tua. Ada pintu sedekah, pintu shalat malam, ada pintu shalat dhuha. Banyak. Banyak beragam pintu itu disuguhkan dalam film ini yang mana aja yang mau Anda ambil ya silahkan”
Novia: Apakah Anda sudah melihat dari orang-orang yang sudah melihat film ini, akan adanya perubahan?
Ust Yusuf: Belum ketahuan karena baru tanggal 17 kemaren. Tapi tanggal 17 itu subhanallah antusiasmenya sangat tinggi sekali karena penonton kami di hari-hari pertama itu rata-rata orang yang ”sudah mengalami Kun Fayakuun Allah”. Jadi mereka hanya ingin bernostalgia saja dengan proses yang pernah mereka alami itu”
Pewancara lain: Ust, apakah ini sebagai bukti Dakwah yang efektif yang mengajak orang?
Ust Yusuf: Kalau dari segi jumlah, iya saya pikir, pertama kan dalam waktu yang bersamaan ada diseluruh tanah air kan? Lewat layar sendiri, oh subhannallah..
Pewancara yang lain: jadi,, kalau dari segi efektifitas belum ketahuan ya?
Ust Yusuf: saya fikir ketahuanlah, waktu film yang judulnya Tukang bubur nak haji, itu kan ditonton sama 14 juta orang. Separuhnya lebihh kan tergugah buat sedekah kan? Jadi kalau bicara efektivitas, 40 % nya saja sudah luar biasa. Dan saya menargetkan film ini ya 15 juta ajah, Insya Allah kan kalau ditemani oleh teman-teman radio kan? Sekarang gini ya, di Indonesia ini, bohong dah orang ga punya masalah. Misalnya mahasiswa yang anteeeengggg gitu. Kalau kita ngobrol berdua ama die, pasti ada masalah. Apa masalahnya? Ya pak ust, saya gatau nih semester depan bisa bayar atau engga? Pak ust, saya gatau nih, Cuma bisa sampe S1 atau S3 kan gitu? Kalau orang yang disadarkan bahwa dia sesungguhnya bermasalah dan permasalahan yang lebih lagi adalah, kita hidupp bisa selamat ga?
Novia: Nah, Pak Ust, sebagai seorang produser film untuk pertama kalinya,, ingin ga membuat lagi film yang seperti ini?
Ust. Yusuf: Ini trilogi Kun Fayakuun ini. La iyaa, emangnya Lord Of The Ring doang? Kun Fayakuun juga trilogi. Jadi, yang pertama ini kan berbicara tentang keyakinan tapi sudah menukik, ngefek ke sholat, sedekah, dan ibadah lain. Nanti yang kedua ini pure ke Qiyamul Lail dan sedekah dan yang ketiga yaitu tentang redho, sabar syukur ikhlas, dan mahabbah.
EVALUASI (berdasarkan pendengar yang memberikan saran, ada lagi?? ):
1)Benarkah akan kurang bagus kalo reporter bilang: “Baik sahabat Hani, ada yang ingin ditanyakan?”
2)Penggunaan kata minggu yang seharusnya ahad
3)Makanya isi pulsanya yang banyak, biar ga kehabisan duluan
4) apa lagi yaa??
Ok, semoga bermanfaat, sekian reportase dari sahabat Novia Salsabila
Kategori : AkTiviTas








